SELAMAT DATANG DI MADRASAH IBTIDAIYAH CIBEUNTEUR KOTA BANJAR

Selasa, 07 Januari 2014

Media Pembelajaran Matematika Tsubasa Meter

Irfan Fauzi, S.Pd.I
(Guru Kelas 6 MIS Cibeunteur)
Matematika merupakan mata pelajaran yang dianggap sebagai mata pelajaran yang berat untuk dipelajari dari tingkatan Sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA). Sampai-sampai mendengar namanya saja anak didik sudah alergi. Apalagi mereka harus mengikuti pelajaran matematika di kelas, materi yang diajarkan guru mustahil dapat diserap baik oleh anak didik.

Sebagaimana diungkapkan Frans Susilo (dalam Abdul Halim Fathani, 2009: 1), bahwa kebanyakan sifat negatif terhadap matematika tersebut timbul karena kesalahpahaman atau pandangan yang keliru terhadap matematika. Sehingga menjadi sebuah pekerjaan penting bagi guru untuk mengubah pandangan tersebut.

Pembelajaran matematika di sekolah dasar biasanya hanya menggunakan pembelajaran konvensional, guru sebagai subjek pusatnya (teacher centre). Hal ini menjadikan pembelajaran matematika tidak menarik dan anak tidak terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Sehingga pembelajaran matematika terkesan monoton dan anak hanya menerima transfer ilmu (transfer of knowledge) secara langsung dari gurunya.

Tugas sebagai guru sekolah dasar adalah bagaimana memaksimalkan pembelajaran matematika dengan merancang pembelajaran yang tepat, yaitu rancangan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan serta perkembangan anak didik. Dengan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan serta perkembangan, diharapkan mata pelajaran matematika menjadi mata pelajaran yang disukai oleh peserta didik di sekolah. Seperti yang diungkapkan oleh Sugihartono, dkk, (2008: 60) bahwa pembelajaran matematika hendaknya dilakukan secara efektif, menyenangkan dan bermakna. Idealnya, pembelajaran tersebut mampu merespon kebutuhan individual siswa.

Oleh karena itu, media diharapkan juga menjadi daya tarik bagi siswa SD dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan pemaparan tersebut, maka kami merasa tertarik untuk memperkenalkan sebuah media dalam pembelajaran matematika khususnya bagi sekolah dasar. Media ini adalah “Media Pembelajaran Matematika: Tsubasa Meter (Trik Singkat Ubah Satuan Meter)”.


Tsubasa Meter (Trik Singkat Ubah Satuan Meter) merupakan sebuah media untuk konversi satuan panjang. Media ini terbuat dari bahan-bahan sederhana dan murah seperti; karton, white board kertas, double tape, boarmarker, penggaris dan tali. Bahan-bahan ini tentunya mudah didapat baik untuk guru maupun siswa. Selain dalam ukuran besar, media ini juga dapat dibuat dalam ukuran kecil. Selengkapnya tentang tata penggunaan media ini, bisa Anda baca dan download di sini. 

Selasa, 01 Oktober 2013

Tips Atasi Siswa Gaduh di Dalam Kelas

Solihun, S.Pd.I
(Guru Kelas 2b MIS Cibeunteur)
Seorang pendidik ketika mengajar di dalam kelas tentu kerap menemui kendala. Salah satu kendala yang sering dijumpai ialah siswa yang ribut. Mereka tak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru di depan. Mereka sibuk sendiri. Biasanya mereka berbicara dengan teman yang ada di kanan dan kiri. Biasanya pula mereka bermain suatu permainan.
Untuk itu, seorang pendidik perlu menguasai teknik penanganan siswa yang ribut. Berikut ini beberapa hal yang dapat penulis sarankan. Semoga tulisan ini dapat memberi masukan kepada pembaca yang budiman untuk mengatasi anak yang gaduh.




1.    Minta mereka menyimpan mainan yang tak berhubungan dengan materi pembelajaran di dalam tas. Lalu, minta mereka menyiapkan buku pelajaran.
2.    Pada awal pembelajaran, berikanlah games menarik kepada anak didik. Misalnya : bertepuk tangan, tebak-tebakan, bernyanyi bersama, bercerita, kuis berhadiah dll.
3.    Buatlah materi pembelajaran yang menarik bagi anak. Buatlah suasana yang menggembirakan siswa saat menerima pelajaran. Jangan tegang saat mengajar. Gunakan intonasi suara yang menarik perhatian.
4.    Selipkan humor dikala mengajar. Dapat pula permainan tepuk, halo hai, dongeng, sulap dll.
5.    Jika siswa masih saja ribut maka cobalah perhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, masuklah dalam pembicaraan itu. Namun, sebentar saja.
6.    Lalu, hubungkan apa yang siswa perbincangkan dengan materi yang anda ajarkan kepada mereka.
7.    Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak). Misalnya : jika ‘Andi’ mempehatikan pelajaran berhitung ini maka ‘Andi’ dapat berjualan sendiri di toko milik ibu Andi”.
8.    Sering-seringlah mengatakan bahwa ‘Andi’ adalah anak yang tenang, cerdas, dan rajin.
9.    Hindari kata-kata JANGAN. Misalnya : jangan ribut, jangan nakal, jangan bertengkar. Yang mereka lakukukan malah sebaliknya. Gunakanlah kata-kata lain yang maksudnya sama, misalnya : “bapak/ibu lebih senang jika ‘Andi’ tenang” atau “Anak yang baik/soleh adalah anak yang tenang di dalam kelas”.
10.  Beri pujian dan hadiah kepada anak yang tenang. Secara tidak langsung anak lain yang ribut juga akan tenang karena ingin mendadapat hadiah.
11.  Hindari mengendalikan kelas dengan cara marah-marah, membentak murid, memukul papan tulis dan berteriak. Itu semua hanya menimbulkan ketegangan dan ketakutan yang tidak baik untuk suasana belajar.
12.  Evaluasi hal-hal berikut ini : metode yang digunakan tidak tepat, materi yang terlalu sulit, komunikasi yang cenderung monoton, tidak menginspirasi, atau karena guru tak menggunakan media pembelajaran yang sesuai.
13.  Berikan konsekuensi atas sebuah kesalahan. Misalnya jika ada anak yang ribut maka minta mereka menghafal pelajaran sambil berdiri di depan kelas. Beri hukuman yang mendidik. Jangan hukum mereka secara fisik.
Selamat Mencoba


Senin, 15 Juli 2013

Teknik Dasar Permainan Sepak Bola

Ahmad Ade Kurmawan, S.Pd
(Guru PJOK di MIS Cibeunteur)
Teknik Dasar Permainan Sepak bola – Olahraga bola kaki ini merupakan permainan yang menuntut stamina yang extra. Semua pemain dituntut memiliki ketangkasan dan ketrampilan dalam berlari, menggiring bola, menghentikan,mengoper bola, dan kerjasama team yang baik. Berikut ini beberapa teknik dasar bermain sepak bola yang harus dikuasai:

Teknik Dasar Permainan Sepak bola yang pertama adalah Menendang bola. Dalam menendang bola sendiri ada 3 teknik yang bisa dilakukan. Setiap teknik memiliki fungsi dan cara masing-masing, diantaranya:

1. Menendang bola menggunakan kaki bagian dalam
Teknik menendang bola seperti ini digunakan saat mengoper bola jarak pendek dan arah sasaran atau kawan kita berada di depan, kanan, atau kiri. Teknik dasar menendang bola dengan kaki bagian dalam ini bisa caranya sebagai berikut :

- Awal sikap berdiri harus menghadap ke arah gerakan bola
- Meletakkan kaki penumpu di samping bola dengan posisi lutut ditekuk sedikit.
- Memutar pergelangan kaki penendang ke arah luar
- Menarik kaki yang digunakan untuk menendang ke arah belakang lalu diayunkan ke arah bola.

2. Menendang Bola menggunakan kaki bagian luar
Menendang bola dengan kaki bagian luar ini juga diarahkan untuk posisi sasaran berada di depan atau samping. Tekniknya dilakukan dengan cara sebagai berikut :

- Awal sikap berdiri harus menghadap ke arah gerakan bola
- Kedua lengan dibuat agak sedikit terlentang
- Memutar pergelangan kaki yang digunakan untuk menendang ke arah dalam
- Menarik kaki ke belakang, kemudian diayunkan ke arah bola bersamaan dengan kaki diputar ke arah dalam.
- Saat kaki menyentuh bola, berat badan langsung dipusatkan ke depan untuk memperkuat terndangan sekaligus menjaga keseimbangan.

3. Menendang Bola memakai bagian punggung kaki
Teknik ini dilakukan dengan cara sebagai berikut :

- Awal sikap berdiri harus menghadap ke arah gerakan bola
- Meletakkan kaki penumpu di samping bola dan posisi lutut agak ditekuk
- Kedua lengan dibuat agak sedikit terlentang
- Pergelangan kaki yang digunakan untuk menendang ditekuk ke arah bawah
- Menarik kaki ke belakang, lalu diayunkan ke depan tepat ke arah bola


Senin, 02 Juli 2012

Tujuan Sekolah

1. Pada tahun 2009-2014 ini, diharapkan Madrasah Ibtidaiyah Cibeunteur mempunyai sarana prasarana yang memadai dan representative.
2. Menjunjung tinggi citra Madrasah Ibtidaiyah Cibeunteur di mata masyarakat dengan kerja sama yang baik dengan pihak sekolah maupun komite sekolah.
3. Meningkatkan kualitas guru sebagai tenaga professional dari segi keilmuan ataupun sebagai panutan bagi anak didiknya.
4. Menjaga kondusifitas lingkungan dengan meningkatkan tali silaturahmi diantara warga sekolah dengan lingkungan masyarakat.

Visi & Misi MI Cibeunteur

VISI MI Cibeunteur

“ Membentuk Sosok Generasi Yang Berakhlaqul Karimah Guna Mempersiapkan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas.”


MISI MI Cibeunteur
1. Menciptakan kestabilan antara akhlak dan ilmu pengetahuan.
2. Meningkatkan pengetahuan peserta didik untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas.
3. Membina hubungan dengan orang tua siswa dan masyarakat.
4. Meningkatkan kegiatan seni dan olahraga.
5. Melaksanakan bimbingan ibadah dan sopan santun.

Profil MI Cibeunteur

1. Nama Sekolah : MIS Cibeunteur
2. Alamat Sekolah
Dusun : Gardu
Desa : Balokang
Kecamatan : Banjar
Kota : Banjar
3. NSS/NDS : 111232790003
4. Tahun Didirikan : 1968
5. Tahun beroperasi : 1968
6. Kepemilikan tanah
a. Status Tanah : Wakaf
b. Luas Tanah : 640 m2
7. Status Bangunan
a. Surat Izin Bangunan : -
b. Luas Bangunan : 476 m2
c. Luas Tanah Kosong : 164 m2